Selasa, 21 April 2020

DATA BASE MANAGEMENT SYSTEM (DBMS)


STUDI KASUS :

1.    Apakah yang menjadi permasalahan dalam pengelolaan sumber daya data dan bagaimana masalah tersebut dapat diatasi dengan system manajemen basis data ?
2.    Apakah prinsip-prinsip yang penting dalam perancangan database ?
3.    Apakah berbagai perangkat dan teknologi penyediaan informasi dari database untuk meningkatkan kinerja bisnis dan pengambilan keputusan ?
4.    Mengapa kebijakan informasi, administrasi data dan jaminan kualitas data sangat penting dalam mengelola sumber daya data perusahaan ?

PENYELESAIAN :

1.    Teknik manajemen file tradisional menyulitkan bagi organisasi untuk menelusuri seluruh bagian data yang mereka gunakan dengan cara sistematis dan untuk mengatur data-data tersebut Sehingga dapat lebih mudah untuk diakses. Area dan kelompok fungsional yang berbeda dimungkinkan untuk mengembangkan file mereka sendiri dengan bebas. Dari waktu ke waktu, lingkungan manajemen file tradisional menciptakan permasalahan, seperti redundansi dan ketidakkonsistenan data, ketergantungan data terhadap program, tidakfleksibel, keamanan yang buruk, dan kurangnya pembagian dan ketersediaan data. System manajemen database (database management system-DBMS) memecahkan permasalahan-permasalahan tersebut dengan perangkat lunak yang mengizinkan sentralisasi data dan manajemen data sehingga bisnis memiliki sumber tunggal yang konsisten untuk semua kebutuhan data mereka. Dengan menggunakan DBMS dapat meminimalkan redundansi dan tidak konsistennya file.

2.  Mendesain basis data membutuhkan rancangan logis dan rancangan fisik. Rancangan logis memodelkan basis data dari setiap perspektif bisnis. Model data organisasi sehariusnyaa menggambarkan proses-proses bisnis dan kebutukan pengambilan keputusan yang penting. Proses pembuatan data yang penting . proses pembuatan data yang penting , stabil, flexible dan adabtif dari sekelompok data yang rumit ketika merancang basis data tang relasional disebut normalisasi . basis data relasional yang dirancang dengan baik tidak akan mempunyai hubungan yang banyak. Dan semua atribut untuk entitas tertentu hanya akan digunakan pada entitas itu. Diagram relasi entitas menggambarkan secara grafis hubungan antarentitas dalam basis data relasional. rancangan basis data juga memperhatikan apakah sebuah basis data atau sebagian dari basis data dapat didistribusikan kepada lebih dari satu lokasi untuk meningkatkan respons dan memperkecil kerentanan dan mengurangi biaya. Terdapat dua jenis utama dari basis data terdistribusi : basis data yang tereplikasi dan basis data yang terpartisi.

3.    alat yang tangguh tersedia untuk menganalisis dan mengakses informasi di dalam basis data. Gudang data menggabungkan data saat ini dan data terdahulu dari berbagai sistem operasional yang berbeda dalam sebuah basis data pusat yang dirancang untuk pelaporan dan analisis. Gudang data mendukung analisis data multidimensi, juga dikenal sebagai pemrosesan analitis online (online analytical processing-OLAP). OLAP merepresentasikan hubungan diantara data seperti struktur multidimensi, yang dapat dilihat sebagai kubus data dan kubus didalam kubus data, sehingga analisis data yang lebih rumit dapat dilakukan.

4.    Mengembangkan lingkungan basis data membutuhkan kebijakan dan prosedur untuk mengelola data Perusahaan dan juga model data dan tekhnologi basis data yang baik. Kebijakan informasi yang formal mengelola pemeliharaan, distribusi, dan penggunaan informasi didalam organisasi. Data yang tidak akurat, tidak lengkap, atau tidak konsisten dapat menimbulkan masalah operasional dan keuangan yang serius untuk bisnis karena dapat menciptakan ketidaktepatan dalam harga produk, rekening pelanggan, dan data persediaan, yang dapat berlanjut pada diambilnya keputusan yang salah untuk bertindak. Hal ini meliputi penggunaan standar data secara keseluruhan perusahaan, basis data yang dirancang untuk meminimalisasikan inkonsistensi dan redundansi data, audit kualitas data, dan peranti lunak pembersihan data.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar