STUDI KASUS :
1.
Apakah yang menjadi permasalahan dalam
pengelolaan sumber daya data dan bagaimana masalah tersebut dapat diatasi
dengan system manajemen basis data ?
2.
Apakah prinsip-prinsip yang penting dalam
perancangan database ?
3.
Apakah berbagai perangkat dan teknologi
penyediaan informasi dari database untuk meningkatkan kinerja bisnis dan
pengambilan keputusan ?
4. Mengapa
kebijakan informasi, administrasi data dan jaminan kualitas data sangat penting
dalam mengelola sumber daya data perusahaan ?
PENYELESAIAN :
1. Teknik
manajemen file tradisional menyulitkan bagi organisasi untuk menelusuri seluruh
bagian data yang mereka gunakan dengan cara sistematis dan untuk mengatur
data-data tersebut Sehingga dapat lebih mudah untuk diakses. Area dan kelompok
fungsional yang berbeda dimungkinkan untuk mengembangkan file mereka sendiri
dengan bebas. Dari waktu ke waktu, lingkungan manajemen file tradisional
menciptakan permasalahan, seperti redundansi dan ketidakkonsistenan data,
ketergantungan data terhadap program, tidakfleksibel, keamanan yang buruk, dan
kurangnya pembagian dan ketersediaan data. System manajemen database (database
management system-DBMS) memecahkan permasalahan-permasalahan tersebut dengan
perangkat lunak yang mengizinkan sentralisasi data dan manajemen data sehingga
bisnis memiliki sumber tunggal yang konsisten untuk semua kebutuhan data
mereka. Dengan menggunakan DBMS dapat meminimalkan redundansi dan tidak
konsistennya file.
2. Mendesain
basis data membutuhkan rancangan logis dan rancangan fisik. Rancangan logis
memodelkan basis data dari setiap perspektif bisnis. Model data organisasi
sehariusnyaa menggambarkan proses-proses bisnis dan kebutukan pengambilan
keputusan yang penting. Proses pembuatan data yang penting . proses pembuatan
data yang penting , stabil, flexible dan adabtif dari sekelompok data yang
rumit ketika merancang basis data tang relasional disebut normalisasi . basis
data relasional yang dirancang dengan baik tidak akan mempunyai hubungan yang
banyak. Dan semua atribut untuk entitas tertentu hanya akan digunakan pada
entitas itu. Diagram relasi entitas menggambarkan secara grafis hubungan
antarentitas dalam basis data relasional. rancangan basis data juga
memperhatikan apakah sebuah basis data atau sebagian dari basis data dapat
didistribusikan kepada lebih dari satu lokasi untuk meningkatkan respons dan
memperkecil kerentanan dan mengurangi biaya. Terdapat dua jenis utama dari
basis data terdistribusi : basis data yang tereplikasi dan basis data yang
terpartisi.
3. alat
yang tangguh tersedia untuk menganalisis dan mengakses informasi di dalam basis
data. Gudang data menggabungkan data saat ini dan data terdahulu dari berbagai
sistem operasional yang berbeda dalam sebuah basis data pusat yang dirancang
untuk pelaporan dan analisis. Gudang data mendukung analisis data multidimensi,
juga dikenal sebagai pemrosesan analitis online (online analytical
processing-OLAP). OLAP merepresentasikan hubungan diantara data seperti
struktur multidimensi, yang dapat dilihat sebagai kubus data dan kubus didalam
kubus data, sehingga analisis data yang lebih rumit dapat dilakukan.
4. Mengembangkan
lingkungan basis data membutuhkan kebijakan dan prosedur untuk mengelola data
Perusahaan dan juga model data dan tekhnologi basis data yang baik. Kebijakan
informasi yang formal mengelola pemeliharaan, distribusi, dan penggunaan
informasi didalam organisasi. Data yang tidak akurat, tidak lengkap, atau tidak
konsisten dapat menimbulkan masalah operasional dan keuangan yang serius untuk
bisnis karena dapat menciptakan ketidaktepatan dalam harga produk, rekening
pelanggan, dan data persediaan, yang dapat berlanjut pada diambilnya keputusan
yang salah untuk bertindak. Hal ini meliputi penggunaan standar data secara
keseluruhan perusahaan, basis data yang dirancang untuk meminimalisasikan
inkonsistensi dan redundansi data, audit kualitas data, dan peranti lunak
pembersihan data.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar